Showing posts with label kisah teladan. Show all posts
Showing posts with label kisah teladan. Show all posts

Sunday, September 24, 2017

Kali ini kita akan membahas tentang Kalung Emas Tiket ke Surga. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kalung Emas Tiket ke Surga

Zaman dahulu ada seorang lelaki yang datang untuk menemui Rasulullah saw. Ia memohonagar beliau memberiny makanan. Dan kebetulan Rasulullah saat itu tidak memiliki makanan, dan menyuruhnya untuk menemui Fatimah. Fatimah saat itu hanya memiliki sebuah kalung emas pemberian bibinya. Ia lalu memberikannya pada lelaki itu. Lelaki itu pun mengambilnya dan memperlihatkan kalung itu kepada Raslullah saw.

Tak lama kemudian Abdurrahman bin Auf datang. Ia membeli kalung emas itu. Lelaki itu pun berterima kasih kepada Rasulullah saw dan pamit pulang. Beberapa hari kemudian pun, utusan Abdurrahman bernama Saham datang. Ia  membawa pesan dari tuannya untuk memberikan kalung emas dan seorang budak kepada Rasulullah saw. Rasulullah pun menerimanya dan memerintahkan Saham untuk memberi kalung itu kepada fatimah.



Fatimah pun berkata kepada Saham "Aku menerima kalung ini dan aku memerdekakanmu." Budak yang telah dimerdekakan oleh Fatimah pun berkata " Saya sangat senang menyaksikan sedekah dari tangan ke tangan berikutnya. Kalung itu kembali kepadamu. Sementara itu, sedekahmu telah mengayakan orang miskin dan mendatangkan pahala untuk Abdurrahman bin Auf. Maka karena kalung emas ini juga kau akan masuk surga."


Hikmah 

Sedekah yang didasari dengan keikhlasan akan mendatangkan berkah yang tiada terhingga bagi pelakunya



Tuesday, June 21, 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kecewa karena Meninggalkan Shalat Berjamaah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kecewa karena Meninggalkan Shalat Berjamaah

Ubaidillah al Qawariri (guru dari Imam Bukhari dan Muslim) dikenal sebagai seorang lelaki yang alim dan taat beribadah. Suatu hari ia kedatangan seorang tamu. Ia sibuk melayani tamunya hingga tidak sempat melaksanakan Shalat Isya berjamaah. Setelah tamunya pulang, beliau berkeliling ke mesjid mesjid di Kota Basrah untuk menemukan orang yang dapat diajak Shalat Isya berjamaah. Tetapi semua orang yang beliau temui sudah melaksanakannya. Akhirnya pun beliau menyerah dan pulang kerumah untuk melaksanakan Shalat Isya 27 kali agar pahalanya sama dengan shalat berjamaah.



Setelah beliau melaksanakan sholat tersebut beliau pun tertidur. Dalam tidurnya beliau bermimpi seolah olah ia bersama sama dengan orang yang sedang menunggang kuda dan berlomba. Namun beliau tak dapat menyusul yang lain. Salah seorang penunggang kuda berkata pada Ubaidillah, "Jangan paksakan kudamu karena kamu tidak akan menuyusul kamu!" Ubaidillah pun bertanya, "Kenapa saya tidak bisa menyusul kalian?" Penunggang kuda pun menjawab "Karena kami melaksanakan Shalat Isya berjamaah sedangkan kamu sendirian."

Ubaidillah pun terbangun dari mimpinya. Ia merasa sedih dan juga kecewa karena tidak melaksanakan Shalat Isya berjamaah.


Hikmah yang bisa diambil :
Shalat berjamaah memiliki pahala berlipat ganda daripada shalat sendiri. Pahala orang shalat berjamaah tidak akan tergantikan oleh pahala sholat sendiri meskipun berulang ulang



Sunday, June 5, 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kisah Semut dan Gajah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kisah Semut dan Gajah

Pada suatu hari, di dalam hutan yang lebat terdapat sekelompok semut semut kecil. Mereka hidup damai dan saling berdampingan. Sampai suatu hari ada sekelompok gajah yang melewati wilayah semut tersebut untuk mencari makanan. Para gajah pun menginjak beberapa semut disana, walaupun mereka tau ada sekelompok semut disana mereka tetap saja melewati wilayah tersebut.

Raja semut pun merasa geram dengan tingkah sekelompok gajah tersebut. Raja semut pun mencoba mendatangi salah satu gajah dan berunding "Hai gajah, kalian jangan melintasi wilayah kami lagi banyak keluarga kami yang mati karena kalian melintasi wilayah kami." Seruan sang raja semut. Gajah itu pun menjawab "Salah kalian kenapa tidak berlindung, lagi pula itu satu satunya jalan menuju makanan kami." Raja semut pun semakin geram, tetapi ia masih bisa mengontrol amarahnya, sang semut pun berkata "Kalau kalian melintasi wilayah kami lagi, kami akan.." gajah itu pun langsung memotong omongan raja semut "Akan apa ?" "Kami akan menghabisi kalian" Sang gajah itu pun tertawa terbahak bahak dan dengan sombongnya berkata "Coba saja kalau bisa".



Raja semut pun kembali ke tempatnya. Sang raja berpikir keras untuk memecahkan masalah ini. Asistennya pun berkata "Bagaimana kita bisa mengalahkan gajah, kita ini kan kecil dan mereka besar, kita tak mungkin bisa mengalahkannya, bagaimana jika kita pindah ke tempat lain saja" Raja pun membantah usulan itu dan berkata "Ini adalah tanah nenek moyang kita, kita tak boleh meninggalkannya begitu saja". Lalu raja semut pun terpikir sebuah ide untuk mengalahkan para gajah.

Tiba saatnya para gajah untuk mencari makan, mereka pun terkejut betapa banyaknya semut yang ada didepan mereka, tetapi mereka tidak menghiraukannya dan terus berjalan. Banyak semut yang terinjak injak. "Haha mereka pasti sudah gila berdiri di depan kita seperti ini" kata seekor gajah. mereka masih tak hirau dengan keberadaan semut semut itu. Sampai suatu ketika seekor gajah kesakitan  di bagian belalainya. Dan ternyata dia bukan satu satunya yang kesakitan hampir semua gajah meminta ampun kepada semut tanpa tau apa yang semut perbuaat pada mereka. Raja semut pun mendekat dan berbicara ke para gajah tersebut "Jika kalian ingin kami ampuni, pergilah dari sini dan jangan pernah kembali." Seekor gajah pun bertanya apa yang kalian lakukan pada kami sampai kami kesakitan seperti ini. Raja semut pun memberitahukan rencananya "Sejak awal kami mengincar bagian lembut dari kalian yaitu bagian dalam belalain kalian." Para gajah pun berjanji tidak akan melintasi kawasan itu lagi. Para gajah pun lari terbirit birit meninggalkan tempat tersebut.

Hikmah yang bisa diambil :
Jangan sombong jika kita memiliki jabatan tinggi, harta berlimpah, atau kekuasaan tinggi dan jangan merendahkan yang ada dibawah kita.



Kali ini kita akan membahas tentang Kisah Semut yang Cerdas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kisah Semut yang Cerdas

Nabi Sulaiman dikenal dapat berbicara dengan binatang. Suatu hari, ia sedang berjalan jalan dan beliau bertemu dengan seekor semut. Semut itu membawa sebutir buah kurma. Nabi Sulaiman lalu bertanya kepada semut itu, "Hai semut kecil, untuk apa kamu membawa sebutir buah kurma itu ?"

Lalu semut itu menjawab, "Kurma ini adalah pemberian oleh Allah SWT untuk persediaan makan saya selama satu tahun." Nabi Sulaiman pun berkata "Kemarilah, hai semut!" Semut itu pun mendatangi Nabi Sulaiman, setelah mendekat Nabi Sulaiman pun berkata, "Hai semut, aku akan membelah kurma ini menjadi dua potong, setengahnya akan aku bawa, setengahnya lagi untuk persediaanmu selama satu tahun. Aku akan lihat apakah kamu bisa bertahan hidup hanya dengan setengah buah kurma tersebut."



Nabi Sulaiman lalu mengambil sebuah botol. Ia lalu berkata, "Sekarang, masuklah kamu ke dalam botol ini dengan membawa separuh buah kurma yang aku berikan." Semut itupun menuruti perintah Nabi Sulaiman dan masuk ke botol. Nabi Sulaiman pun meninggalkan semut kecil itu. Setelah satu tahun berlalu, Nabi Sulaiman merasa penasaran dengan keadaan semut itu. Apakah ia bisa bertahan hidup hanya dengan setengah buah kurma ? Lalu Nabi Sulaiman pun pergi ketempat semut kecil itu. Dan betapa takjubnya beliau ketika melihat semut itu masih hidup dan dalam keadaan segar. Sementara itu, sepotong buah kurma masih tersisa. Nabi Sulaiman pun bertanya kepada si semut, "Bagaimana kamu bisa bertahan hidup hanya dengan setengah buah kurma ? Padahal biasanya kamu memerlukan satu buah kurma selama satu tahun ?

Semut itu lalu menjawab, "Saya banyak berpuasa dan hanya menghisap sedikit airnya. Biasanya Allah SWT memberikan satu buah kurma selama satu tahun. Lalu anda mengambil setengahnya. Maka saya takut tahun depan Allah SWT tidak memberikan kurma lagi pada saya. Karena saya tahu, anda bukanlah Sang Pemberi Rezeki.

Hikmah yang bisa diambil :
Belajarlah dari semut cerdas yang memahami bahwa kita tidak boleh bergantung pada manusia. Kita harus bergantung pada Allah SWT sebagai Sang Pemberi Rezeki